Rabu , April 24 2019
Home / HIKMAH / Kategori Kebaikan, Apa Saja?

Kategori Kebaikan, Apa Saja?

Ilustrasi

Manusia diperintahkan untuk melakukan kebaikan. Bahkan, manusia diperintahkan untuk berlombalomba dalam melakukannya. Semua kebaikan manusia itu akan dicatat/didokumentasikan. Kelak, kebaikan yang dilakukan manusia itu akan dihitung jumlahnya. Selain itu, akan dinilai mutunya.

Setelah itu, semua kebaikan yang dilakukannya akan dijadikan bahan pertimbangan untuk menentukan apakah dia termasuk golongan yang selamat di akhirat atau sebaliknya. Dalam konteks ini, dia harus mengoptimalkan sisa usianya untuk melakukan kebaikan.



Supaya manusia berlomba-lomba dalam kebaikan sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah dan sabda rasul-Nya ada beberapa kategori kebaikan. Tiga di antaranya adalah sebagai berikut: ahsan (lebih baik), ahab (lebih disukai), dan afdhal (lebih utama).

Melakukan kebaikan dengan kategori ahsan (lebih baik), ahab (lebih disukai), dan afdhal (lebih utama) diharapkan akan lebih mudah dalam meningkatkan jumlah dan mutu kebaikan pelakunya. Dengan begitu, kebaikan pelakunya akan semakin berat timbangannya.

Kebaikan dapat dilakukan dengan anggota badan, lisan, dan hati. Kebaikan dapat dilakukan pada dirinya, keluarganya, masyarakatnya, dan bangsanya. Selain itu, dapat dilakukan pada makhluk lain termasuk alam semesta. Dengan begitu, Muslim/Muslimah idealnya menjadi rahmat bagi alam semesta.

Contoh kebaikan dengan kategori ahsan (lebih baik) adalah sebagaimana termaktub dalam firman Allah: Dan, siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata, ‘Sungguh, aku termasuk orang-orang Muslim (berserah diri)’. (QS Fushshilat [41] : 33).

Contoh kebaikan dengan kategori ahab (lebih disukai) adalah sebagaimana terdapat dalam sabda Rasulullah SAW. Beliau bersabda: Bacaan yang paling disukai Allah Ta’ala ada empat, yang tidak salah engkau mulai dari mana saja, yaitu: subhanal lah, alhamdulillah, la ilaha illallah, dan allahu akbar (HR Mus lim).



Dari Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda: Dua rakaat sebelum Shubuh lebih baik dari dunia dan seisinya (HR Muslim). Dalam riwayat lain: Dua rakaat sebelum Shubuh lebih disukai daripada dunia seluruhnya.

Ibnu Umar RA berkata: Telah datang seorang laki-laki dan bertanya kepada Rasulullah SAW, wahai Rasulullah amal apa yang paling disukai Allah dalam Islam? Rasulullah bersabda: Shalat pada waktunya, dan barang siapa meninggalkan shalat maka tidak ada agama baginya, dan shalat adalah tiang agama. (HR Baihaqi).

Contoh kebaikan dengan kategori afdhal (lebih utama) ada lah sebagaimana terdapat dalam sabda Rasulullah SAW. Beliau bersabda: Barang siapa membaca la ilaha illallahu wahdahu la syarikalahu lahulmulku wa lahulhamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadir seratus kali dalam sehari maka (pahala) dia sama de ngan memerdekakan sepuluh sahaya, dan dia dipastikan akan mendapatkan seratus kebaikan, dan akan dihapus daripadanya seratus kesalahan, dan tidaklah seseorang akan mendapatkan yang lebih baik daripada itu, melainkan seseorang yang mau mengamalkan lebih banyak lagi. (HR Bukhari dan Muslim).

 

Sumber: Republika


Check Also

Pahala Mempelajari Al-Qur’an

Dari Abdullah bin Umar RA, Rasulullah SAW bersabda: “Perumpamaan orang yang ahli membaca Alquran ialah ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.