Sunday , April 22 2018
Home / Uncategorized / Menanti terobosan guru ngaji

Menanti terobosan guru ngaji

JAKARTA — Guru ngaji asal Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Abdul Karim menuturkan, para guru ngaji tidak semestinya terpaku pada satu pendekatan tradisional saja dalam berdakwah. Menurut dia, sudah saatnya para pengajar Alquran melakukan terobosan dengan memanfaatkan berbagai fasilitas teknologi yang ada untuk mendidik masyarakat.

Selama beberapa tahun ini, Abdul pun membuka kursus mengaji privat secara swadaya. Salah satu metode yang diterapkan Abdul dalam mengajar Alquran kepada murid-muridnya adalah melalui sambungan telepon—atau yang dia sebut teletilawah. Dengan metode ini, para peserta didik yang tinggal di daerah jauh bisa belajar mengaji tanpa harus bertemu langsung dengan guru mereka.

“Siswa yang mengikuti program teletilawah ini dipungut infak seikhlas mereka saja. Caranya adalah dengan mentransfer sejumlah uang ke rekening bank saya. Setelah itu, saya akan mengajukan waktu belajar Alquran yang cocok untuk mereka,” kata pria pemilik ijazah Akta IV itu.

Di samping teletilawah, Abdul juga menawarkan metode pembelajaran konvensional kepada siswanya, yaitu lewat tatap muka. Untuk metode kedua ini, Abdul memberikan dua pilihan kepada para peserta didiknya, yaitu guru yang mendatangi siswanya atau siswa yang mendatangi gurunya.

“Bagi siswa yang datang belajar ke tempat saya, mereka hanya diminta berinfak seikhlasnya. Sebaliknya, jika saya yang datang ke rumah mereka, saya hanya meminta infak Rp 50 ribu untuk setiap pertemuan,” kata dia.

Abdul berpendapat, fungsi seorang guru mengaji seharusnya lebih dari sekadar mengajarkan membaca Alquran. Guru mengaji, kata dia, juga berperan sebagai peletak dasar pengetahuan agama kepada seseorang, serta menunjang pendidikan agama anak-anak sejak usia dini. “Guru ngaji tidak boleh diremehkan karena profesi ini tidak kalah pentingnya dengan profesi-profesi lainnya. Guru ngaji juga memiliki tugas membimbing akhlak anak didiknya yang akan menentukan cara mereka bersikap di masyarakat kelak,” ungkapnya.

 

(Sumber : Republika)

Check Also

Sering Ngantuk Saat Puasa? Anda Salah Pola Makan

Jakarta – Sebagian dari Anda mungkin pernah atau bahkan kerap mengantuk kala menjalankan puasa. Bila ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *