
Jakarta (Kemenag) —– Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo R. Muhammad Syafi’i menghadiri acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw, sekaligus Haul ke-15 KH Zainuddin MZ dan Haul ke-5 Hj Siti Khalilah di Aula Masjid Jami’ Fajrul Islam H. Oam, Gandaria Keb. Baru Jakarta Selatan.
Wamenag Romo M Syafi’i menyampaikan bahwa ketika masa lalu dan dirinya sedang belajar berdakwah,selalu mendengarkan dakwah-dakwah yang disyiarkan oleh Alm. KH Zainuddin MZ, yang kemudian mencontohnya. “Dakwah-dakwah Beliau menyeselesaikan banyak pertanyaan dan solusi yang lucu sekaligus mengesankan,” kata Wamenag, di depan ribuan umat yang hadir, Kamis (22/1/2026).
“Tempat tinggal saya di Sumatera Utara, tetangga saya banyak beragama Kristen dan ada juga agama lainnya, yang menarik, saat pagi, siang, dan malam mereka mendengarkan ceramah KH Zainuddin MZ. Saat itu, timbul keinginan tinggi untuk bisa bersilaturahim dengan KH Zainuddin MZ,” sambung Wamenag sembari mengenang kebersamaanya bersama Alm KH Zainuddin MZ.
Singkat cerita, lanjut Wamenag Romo Syafi’I, dikarenakan dirinya merupakan orang Medan, KH Zainuddin MZ menjulukinya sebagai Usman Bin Affan.

“Di mata KH Zainuddin MZ, Saya ini orangnya agak galak, maka dari itu, saya dijuluki Usman bin Affan. Beliau sangat memperhatikan Sumut, dan pada akhirnya kami sering berdakwah besama. hasilnya luar biasa,” kata Wamenag.
Wamenag Romo Syafi’I sangat mengagumi Alm KH Zainuddin MZ, dan sudah menganggapnya sebagai guru dalam berdakwah.
“Beliau panutan dan guru Saya. Saya dua periode DPR RI dan sekarang menjadi Wakil Menteri Agama, itu berkat banyak belajar dengan Beliau. Ketika beliau wafat, saya hadir di masjid ini, dan berkesempatan pada kloter 2 Salat jenazah, dan saya menjadi imam. Semoga almarhum ditempatkan di sisi-Nya yang paling baik,” terang Wamenag.
Ketua MPR, Ahmad Muzani juga menyampaikan hal yang sama bahwa ALm. Ustaz zainuddin MZ dikenalnya sudah sejak lama, sejak masa sekolah, banyak ceramahnya terdengar hingga kekampung-kampung.
“Saya bertemu dengan Alm KH Zainuddin MZ di Jakarta, hingga bersama-sama di Partai Bintang Reformasi (PBR. Berjalannya waktu, banyak berdiskusi dengan Beliau, banyak pandangan yang sama dan pandangan yang berbeda,” kata Ahmad Muzani.
Ahmad Muzani menyampaikan bahwa kemajuan dakwah melalui media sosial, KH Zainuddin MZ merupakan pionirnya. Saat itu, belum ada orang berdakwah di TV, Beliaulah yang mengawali, Beliaulah yang berdakwah dikalangan para elit dan pemimpin bangsa.
“Sekarang, dakwah menjadi kecenderungan, di setiap Kementerian ada dakwahnya. Dakwah itu mencari ketenangan dan mencari spiritual hingga menjadi kebutuhan di Jakarta dan persoalan ekonomi lainnya,” kata Ahmad Muzani.
Menurut Ahmad Muzani, dakwah itu mencari ketenangan dan keseimbangan dalam hidup. Inilah amal alm KH Zainuddin MZ yang paling Utama, tanpa pernah berfikir siapa yang memulai dan mendahului.
“Pidato KH Zainuddin MZ adalah pidato yang menenangkan umat, menggembirakan dan memberi optimisme bagi umat. Beliau mengerti umat banyak masalah, rakyat banyak problem dan mengerti himpitan dan masalah. Dari dakwah-dakwah itulah yang menyebabkan kita bersatu, kompak dan sabar dalam menghdapi masalah,” tegas Ahmad Muzani.(*)
*Sumber : kemenag.go.id


