
Makassar (Kemenag) – Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, berbicara tentang arah baru pendidikan tinggi Islam di Indonesia, saat menghadiri Rapat Kerja (Raker) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Selasa (20/1/2026). Kamaruddin menekankan pentingnya transformasi peran Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
Menurutnya, kampus tidak boleh lagi sekadar menjadi “pabrik” pencetak lulusan, melainkan harus menjelma menjadi menara air yang memberikan dampak nyata dan memberdayakan masyarakat luas. Di hadapan sivitas akademika UIN Alauddin, Kamaruddin juga menegaskan bahwa eksistensi PTKIN harus dirasakan langsung denyutnya oleh publik.
“Kita berharap PTKIN betul-betul bisa memberikan dampak kepada masyarakat, bisa memperdayakan umat dan warga bangsa, sehingga perannya betul-betul dirasakan secara konkret, bukan hanya di ruang akademik tapi juga di ruang sosial,” ujar Kamaruddin dalam sesi sharing session yang hangat.
Hal ini bukan tanpa dasar. Kamaruddin menjelaskan bahwa transformasi tersebut sejalan dengan visi besar Kementerian Agama yang tertuang dalam “Asta Protas” atau delapan program prioritas kementerian. Secara spesifik, ia menyoroti dua poin utama Asta Protas yang relevan bagi dunia kampus, yakni peningkatan layanan keagamaan yang berdampak serta upaya mewujudkan pendidikan unggul, ramah, dan terintegrasi.
Kehadiran Sekjen Kemenag di Makassar kali ini juga diselimuti rasa syukur dan nostalgia. Ia mengungkapkan kebahagiaannya dapat kembali bersilaturahmi di UIN Alauddin Makassar. Tanpa ragu, Kamaruddin memberikan apresiasi tinggi kepada kampus ini yang dinilainya telah mengukuhkan diri sebagai salah satu PTKIN papan atas di Indonesia, baik dari sisi tata kelola kelembagaan maupun kualitas sumber daya manusianya yang mumpuni.
Reputasi tersebut terbukti dari rekam jejak gemilang sepanjang 2025. Kamaruddin mencatat bahwa UIN Alauddin menjadi salah satu kampus dengan grafik peningkatan yang cukup pesat, baik secara performa birokrasi maupun capaian akademis. Prestasi ini menjadi modal kapital yang sangat berharga dalam menopang agenda pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Salah satu capaian prestisius yang mendapat sorotan khusus adalah keberhasilan UIN Alauddin meraih anugerah sebagai salah satu dari 11 PTKIN Informatif pada tahun 2025. Penghargaan ini menjadi bukti transparansi dan akuntabilitas publik yang dijalankan kampus.
Melalui Raker ini, Sekjen Kemenag berharap UIN Alauddin Makassar tidak cepat berpuas diri. Sinergi antara keunggulan akademik dan kepekaan sosial harus terus diasah agar kampus ini tetap menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus merawat kerukunan umat.(*)
*Sumber : kemenag.go.id


