
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bekerja sama dengan Southeast Asia Energy Transition Partnership (ETP), sebuah program dari United Nations Office for Project Services (UNOPS), telah menyelenggarakan acara Diseminasi Hasil Kajian “Innovating New Incentive Mechanisms for Energy Transition Projects” pada Rabu (17/12) di Grand Mercure Jakarta Harmoni. Kegiatan ini bertujuan mempercepat pengembangan energi terbarukan dan mendukung inisiatif pengurangan penggunaan batu bara di Indonesia.
Asisten Deputi Pengembangan Ketenagalistrikan dan Geologi Kemenko Perekonomian Sunandar, dalam sambutannya menekankan pentingnya inovasi kebijakan untuk mendukung transisi energi di Indonesia. “Penguatan kerangka kebijakan energi terbarukan dan transisi batu bara merupakan sebuah keharusan, tidak hanya untuk memenuhi komitmen iklim nasional, tetapi juga untuk meningkatkan ketahanan energi dan daya saing ekonomi. Kerja kolaboratif dengan ETP telah menghasilkan dokumentasi yang dapat ditindaklanjuti guna mempercepat investasi dan implementasi di sektor energi,” ungkap Asdep Sunandar.
Proyek ini merekomendasikan sejumlah perubahan kunci untuk mempercepat transisi energi Indonesia, antara lain yaitu penyesuaian harga energi terbarukan agar mencerminkan penurunan biaya teknologi, penyederhanaan proses lelang dan persetujuan proyek baru, serta pembangunan jaringan transmisi di dekat sumber energi terbarukan untuk mengurangi risiko. Analisis proyek ini juga menyarankan evaluasi pergeseran ke penetapan harga batu bara berbasis pasar dengan pemanfaatan pendapatan untuk kompensasi guna meningkatkan daya saing energi terbarukan, serta pengenalan mekanisme yang memungkinkan percepatan pensiun dini pembangkit listrik tenaga batu bara sambil menjaga stabilitas jaringan.
“Ketika ETP mendapat kesempatan untuk mendukung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melalui proyek ini, saya akui bahwa saya merasa antusias sekaligus sedikit gugup. Inilah jenis proyek yang ingin didukung oleh ETP, proyek yang memiliki potensi memberikan dampak mendalam dan berkelanjutan pada sektor energi. Pada saat yang sama, kami sepenuhnya menyadari kompleksitas dan risiko yang terlibat, serta tanggung jawab besar yang diemban Pemerintah dalam merancang instrumen fiskal dan kebijakan yang akan membentuk masa depan perekonomian Indonesia,” tutur Wakil Direktur ETP John Cotton.
Lebih lanjut, proyek ini juga bertujuan mendorong investasi di bidang energi terbarukan dan mempercepat pensiun dini operasi PLTU batu bara di Indonesia dengan cara mengidentifikasi mekanisme insentif yang efektif serta menghapus berbagai disinsentif untuk mendukung proyek-proyek transisi energi pada tiga area fokus, yaitu pengembangan energi terbarukan, pensiun dini operasi PLTU batu bara, dan proyek pengurangan porsi batu bara (coal phase-down). Laporan akhir menghimpun berbagai opsi kebijakan yang diusulkan dan memberikan rekomendasi yang dapat langsung ditindaklanjuti (actionable) untuk memperkuat kerangka kebijakan Indonesia menuju transisi energi yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Acara ini ditutup dengan sesi diskusi yang berfokus pada orientasi ke depan, melibatkan para pembuat kebijakan, perusahaan utilitas, lembaga keuangan, dan perwakilan industri, guna membahas langkah-langkah praktis dalam mengoperasionalkan mekanisme insentif yang diusulkan, serta menyesuaikannya dengan lanskap kebijakan Indonesia yang terus berkembang. (*)
*Sumber : www.ekon.go.id


