
Jakarta Pusat, Komdigi – Beredar unggahan di media sosial berisi tautan yang diklaim untuk melakukan pendaftaran bantuan sosial (bansos) digital. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 24 Oktober 2025.
Faktanya, klaim tersebut tidak benar. Tautan tersebut mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital. Formulir tersebut terindikasi phishing atau penipuan karena meminta data pribadi, seperti nama dan nomor Telegram.
Hasil penelusuran Tim Pengendalian Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital menemukan informasi dari liputan6.com, penelusuran mengarah pada artikel dari liputan6.com berjudul “Digitalisasi Penerima Bansos Segera Diterapkan Secara Nasional” yang tayang pada 3 Oktober 2025.
Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa Banyuwangi ditetapkan sebagai pilot project digitalisasi bansos oleh pemerintah pusat. Uji coba pendaftaran penerima bansos dengan sistem digital dimulai sejak 18 September 2025.
Melalui situs banyuwangikab.go.id dan akun Instagram @dinsosppkb.banyuwangi, dijelaskan bahwa pendaftaran bansos melalui cara baru ini bisa dilakukan dengan melalui Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) di alamat www.perlinsos.kemensos.go.id dan agen perlinsos.
Berikut laporan harian isu hoaks yang telah diidentifikasi oleh Tim PRD Kementerian Komdigi, Selasa (28/10/2025):
- [HOAKS] Dedi Mulyadi Beri Bantuan kepada TKI Melalui Facebook
- [HOAKS] Video Serangan Markas KKB Lewat Jalur Udara
- [HOAKS] Purbaya Sebut Pertamina Kelewat Pintar Kirim Minyak ke Singapura dan Jual Lagi ke Indonesia
- [HOAKS] Video Pasukan Militer Malaysia Usir Nelayan Indonesia dari Laut Ambalat
- [HOAKS] Pertamina Berikan Imbalan Rp7 Juta untuk Unggahan Citra Pertamina di Media Sosial
- [HOAKS] TNI Tangkap Warga Asing Pemasok Senjata Ilegal untuk KKB Papua(*)
*Sumber : www.komdigi.go.id


