
New York, Amerika Serikat – Di sela-sela Konferensi Internasional Tingkat Tinggi mengenai Implementasi Solusi Dua Negara, Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Arrmanatha Christiawan Nasir (Tata) melakukan pertemuan bilateral dengan perwakilan dari sejumlah negara (30/7). Pertemuan dilakukan untuk membahas perkembangan isu Palestina dan pentingnya memajukan reformasi sistem multilateral.
Pada pertemuan dengan Menlu Palestina, Dr. Varsen Aghabekian, Wamenlu Tata menekankan dukungan penuh Indonesia bagi Palestina dan pentingnya Konferensi Tingkat Tinggi untuk menjaga momentum dalam mendorong implementasi Solusi Dua Negara. Terkait hal ini, Wamenlu Tata menekankan bahwa: “Presiden Prabowo telah menyampaikan kesiapan Indonesia untuk mengirimkan pasukan di bawah mandat PBB sebagai wujud komitmen Indonesia mendukung terwujudnya perdamaian berkelanjutan di Palestina,”.
Wamenlu Tata juga bertemu dengan Utusan Khusus Uni Eropa untuk isu Timur Tengah, Duta Besar Christophe Bigot. Dalam pertemuan dibahas mengenai pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional secara konsisten dan menolak standar ganda. Indonesia dan Uni Eropa menggarisbawahi bahwa gencatan senjata merupakan prioritas saat ini untuk memastikan akses bagi masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza. Selain itu, Indonesia juga mendorong peningkatkan dukungan bagi UNRWA. “Peran UNRWA penting dalam hal ini, tidak hanya sebagai tumpuan harapan bagi warga Palestina, namun lebih penting lagi, merupakan perwujudan keberadaan PBB di wilayah Palestina,” ujar Wamenlu Tata.
Dalam pertemuannya dengan Utusan Khusus Austria untuk KTT Palestina, Herbert Scheibner, Wamenlu Tata mendorong peningkatan kontribusi global bagi pembangunan Palestina, terutama melalui kerja sama peningkatan kapasitas dan penguatan ekonomi. “Rencana pengakuan yang disampaikan oleh Inggris dan Prancis diharapkan dapat menjadi katalis bagi negara-negara Eropa lainnya untuk memberikan pengakuan terhadap Palestina untuk memperkuat dukungan politik bagi Solusi Dua Negara,” disampaikan Wamenlu Tata.
Dalam pertemuan dengan Wakil Tetap Australia untuk PBB, Duta Besar James Larsen, kedua negara menyoroti kemunduran kerja sistem multilateral yang turut mempersulit pembahasan isu-isu penting di PBB. “Solidaritas dan kerja sama seluruh negara untuk mendorong reformasi PBB merupakan kunci untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat internasional terhadap sistem multilateral, khususnya dalam menangani isu-isu krusial seperti Palestina,” pungkas Wamenlu Tata.(*)
*Sumber : kemlu.go.id