
Banda Aceh — Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan dengan kegiatan edukatif dan inspiratif, Kominitas Menulis Kreatif (KMK) UIN Ar-Raniry berkolaborasi dengan Lexa Community menggelar kegiatan Ngaji Literasi dalam tajuk program “Cahaya Peduli Ramadhan” yang disiarkan langsung melalui Radio Baiturrahman FM 98.5 MHz.
Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dan komunitas pemuda dalam menghadirkan ruang belajar yang lebih dekat dengan masyarakat, khususnya pendengar Radio Baiturrahman yang selama ini dikenal sebagai radio dakwah dan edukasi di Aceh.
Kegiatan Ngaji Literasi tersebut menghadirkan sesi diskusi ringan namun berbobot seputar pentingnya budaya membaca, membangun pola pikir kritis, serta bagaimana generasi muda dapat berperan dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan melalui literasi di bulan Ramadhan.
Perwakilan KMK UIN Ar-Raniry, Rauzatul Zahra menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah positif untuk memperluas gerakan literasi, tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga menjangkau masyarakat melalui media radio.
“Ramadhan adalah bulan yang tepat untuk meningkatkan kualitas diri. Selain memperbanyak ibadah, kita juga perlu memperbanyak ilmu. Melalui Radio Baiturrahman FM, pesan literasi ini bisa lebih luas didengar oleh masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Lexa Community, Irfan Maulana menegaskan bahwa literasi adalah salah satu kunci membangun generasi yang kuat, berdaya, dan siap menghadapi tantangan zaman.
“Ngaji Literasi ini bukan hanya soal membaca buku, tetapi juga membaca realitas sosial. Kita ingin menghadirkan pembahasan yang relevan, sederhana, namun tetap memiliki makna yang mendalam bagi pendengar,” jelasnya.
Melalui program ini, KMK UIN Ar-Raniry dan Lexa Community berharap gerakan literasi dapat menjadi bagian dari kebiasaan positif masyarakat, khususnya generasi muda, sehingga Ramadhan tidak hanya diisi dengan rutinitas ibadah, tetapi juga dengan penguatan ilmu dan wawasan.
Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata bahwa kolaborasi mahasiswa, komunitas, dan media seperti radio mampu menghadirkan manfaat yang luas bagi masyarakat.
Program Ngaji Literasi “Cahaya Peduli Ramadhan” di Radio Baiturrahman FM diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi lahirnya lebih banyak program edukatif di ruang publik.


