
Kota Kinabalu, Malaysia – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kota Kinabalu bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia berpartisipasi dalam Big Sabah Sale (BSS) 2025, pameran produk konsumen terbesar di Sabah yang diselenggarakan pada 31 Oktober hingga 2 November 2025 di Kota Kinabalu.
Pameran dibuka secara resmi oleh YB Dato’ Sri Masidi Manjun, Menteri Keuangan Sabah, dan ditutup oleh YB Dato’ Sri Dr. Haji Sabin bin Samitah, Wali Kota Kota Kinabalu. Selama tiga hari penyelenggaraan, BSS 2025 mencatat partisipasi 650 stan dari 14 negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Thailand, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok, serta menarik perhatian puluhan ribu pengunjung dari berbagai kalangan.
Paviliun Indonesia menampilkan 13 pelaku UMKM binaan dari berbagai provinsi, yaitu Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, DKI Jakarta, Sumatera Utara, dan Bali, serta 5 pengusaha Indonesia lainnya yang berpartisipasi secara mandiri.
Produk yang dipamerkan mencakup pangan olahan dan organik, fesyen dan tekstil, kerajinan tangan, serta suplemen kesehatan berbasis herbal, yang seluruhnya mendapat sambutan positif dari pengunjung dan calon mitra usaha di Sabah.
“Partisipasi Indonesia dalam Big Sabah Sale tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga memperkuat jejaring kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Sabah. Kami mengapresiasi semangat dan kreativitas para pelaku UMKM Indonesia yang terus berinovasi untuk memperluas pasar ekspor di kawasan ini,” ujar Konsul Jenderal RI Kota Kinabalu.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, turut dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara KADIN Kalimantan Selatan dan Malaysian International Chamber of Commerce and Industry (MICCI) Sabah terkait promosi perdagangan, investasi, dan pertukaran informasi bisnis.
Selain itu, ASPINDO Kalimantan Utara dan Asosiasi Kraftangan Sabah juga melakukan penjajakan kerja sama dalam pemberdayaan pengrajin di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia, yang diharapkan dapat memperkuat sinergi antarsektor serta membuka peluang pengembangan industri kreatif dan produk lokal bernilai tambah tinggi.
Kehadiran Paviliun Indonesia juga menghasilkan sejumlah tawaran kerja sama lanjutan dari calon importir dan distributor lokal Sabah yang tertarik pada kualitas dan keunikan produk-produk UMKM Indonesia. Beberapa di antaranya telah menjajaki kemungkinan kemitraan distribusi jangka panjang, pelatihan produk bersama, serta pembukaan jalur pemasaran tetap di Sabah, menandai semakin besarnya potensi kolaborasi ekonomi antara Indonesia dan Malaysia bagian Timur.
“KJRI Kota Kinabalu akan terus memfasilitasi tindak lanjut dari penjajakan kerja sama ini serta berkoordinasi dengan KADIN Indonesia dan para pemangku kepentingan terkait. Tujuannya agar semakin banyak UMKM Indonesia yang siap ekspor dan mampu bersaing di pasar regional,” lanjut Konsul Jenderal RI Kota Kinabalu.
Sebagai bagian dari upaya diplomasi ekonomi Indonesia, keikutsertaan Paviliun Indonesia dalam Big Sabah Sale 2025 menunjukkan komitmen kuat pemerintah untuk mendukung pemberdayaan dan internasionalisasi UMKM nasional. Melalui kegiatan ini, KJRI Kota Kinabalu terus berperan aktif menjembatani kolaborasi perdagangan antara Indonesia dan Sabah, sekaligus memperkuat hubungan ekonomi, sosial, dan budaya yang telah lama terjalin erat antara kedua masyarakat di kawasan Borneo/Kalimantan.(*)
*Sumber : kemlu.go.id


