
ACEH TENGAH, BAITURRAHMANFM – Keberadaan jaringan telepon dan internet kembali menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat Aceh Tengah, khususnya bagi warga terdampak bencana yang kini mengungsi di sejumlah posko. Hal ini dirasakan langsung oleh warga Kampung Paya Tumpi Baru, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, yang mendirikan Posko Sopan Gayo sebagai pusat pengungsian dan koordinasi bantuan.
Salah seorang pemuda setempat, Farhan Ananda, mengatakan posko tersebut saat ini menampung total 48 jiwa pengungsi. Dari jumlah tersebut, terdiri atas dua orang lanjut usia, 19 orang dewasa, enam remaja, 15 anak-anak, serta enam bayi. Posko Sopan Gayo berlokasi di Sekretariat PSSI, Tribun Utama Lapangan Musara Alun, Desa Blang Kolak I, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah.
Menurut Farhan, pemulihan jaringan telepon dan internet pascabencana sangat membantu masyarakat, terutama dalam membuka kembali jalur komunikasi yang sempat terputus cukup lama. Ia menyebut, jaringan yang kembali normal memudahkan warga untuk saling berkomunikasi, menghubungi keluarga, hingga berkoordinasi dengan relawan dan pemerintah.
“Kalau setiap desa jaringannya bagus, komunikasi antarwarga akan jauh lebih mudah, bahkan sampai ke luar daerah untuk mencari bantuan bagi masyarakat,” kata Farhan saat diwawancarai, Minggu (4/1/2026).
Ia menambahkan, perubahan paling terasa setelah jaringan kembali tersedia adalah kemudahan dalam mengakses informasi. Selama jaringan terputus, warga merasa sangat terbatas dan seolah kehilangan arah. “Sebelumnya kami seperti buta informasi. Sekarang sudah bisa berkomunikasi lebih luas dan menghubungi sanak saudara,” ujarnya.
Farhan juga menegaskan bahwa pentingnya jaringan telekomunikasi sangat dirasakan warga dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat membutuhkan informasi dan menjalin komunikasi dengan keluarga maupun masyarakat luas. Menurutnya, jaringan yang dipulihkan oleh pemerintah bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta operator seluler sangat krusial karena mempermudah akses informasi bagi warga terdampak.
Ke depan, Farhan berharap pemerintah dapat lebih sigap dan cepat dalam menangani permasalahan jaringan telekomunikasi, terutama di daerah rawan bencana dan wilayah terpencil. “Semoga pemerintah lebih semangat dan responsnya lebih cepat dalam menangani jaringan yang bermasalah di setiap daerah,” tutupnya.(*)
*Sumber : infonanggroe.com


