
Banda Aceh (BaiturrahmanFM) – Khatib Shalat Jum’at di Masjid Raya Baiturrahman, Tgk. Adi Darma, M.Pd., mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan shadaqah sebagai bagian dari gaya hidup seorang muslim. Dalam khutbah bertema “Keutamaan Shadaqah”, Jumat (3/7/2026), beliau menegaskan bahwa shadaqah bukan sekadar amalan sosial, tetapi juga bentuk ketakwaan yang mendatangkan keberkahan, membersihkan harta, serta menjadi bekal kehidupan akhirat.
Dalam khutbahnya, Tgk. Adi Darma mengawali dengan mengajak jamaah untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT melalui pelaksanaan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Menurutnya, ketakwaan merupakan fondasi utama dalam meraih kebahagiaan hidup, baik di dunia maupun di akhirat.
Memasuki materi utama khutbah, khatib menjelaskan bahwa Islam memberikan perhatian besar terhadap amalan shadaqah. Allah SWT menjanjikan balasan yang berlipat ganda bagi orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah. Hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 261, yang mengibaratkan satu benih yang tumbuh menjadi tujuh bulir dan setiap bulir menghasilkan seratus biji.
Menurutnya, harta yang disedekahkan dengan penuh keikhlasan tidak akan mengurangi kekayaan seseorang. Sebaliknya, shadaqah menjadi sebab bertambahnya keberkahan rezeki, membersihkan jiwa dari sifat kikir, menghapus dosa, serta menjadi ikhtiar untuk menolak berbagai musibah. Ia mengingatkan bahwa harta pada hakikatnya hanyalah titipan Allah SWT yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban.
Khatib juga menyampaikan sebuah hikmah yang menggambarkan keutamaan shadaqah, bahwa ketika harta dikeluarkan di jalan Allah, ia menjadi amal yang terus menjaga pemiliknya, mengubah sesuatu yang fana menjadi kekal, serta menjadikan sedikit bernilai banyak di sisi Allah SWT.
Selain itu, jamaah diajak merenungkan hadis yang mengisahkan dialog antara Allah SWT dan para malaikat tentang makhluk yang paling kuat. Setelah menyebut gunung, besi, api, air, dan angin, Allah SWT menjelaskan bahwa orang yang bersedekah secara ikhlas dan merahasiakan pemberiannya merupakan sosok yang memiliki kemuliaan yang sangat tinggi di sisi-Nya.
Menutup khutbahnya, Tgk. Adi Darma mengajak seluruh jamaah untuk membiasakan diri bershadaqah, baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Menurutnya, nilai sebuah shadaqah tidak diukur dari besar kecilnya harta yang diberikan, melainkan dari keikhlasan hati dan ketulusan niat dalam mengharap ridha Allah SWT.
Melalui khutbah tersebut, jamaah diharapkan semakin terdorong untuk memperbanyak amalan shadaqah sebagai wujud kepedulian terhadap sesama sekaligus investasi amal yang pahalanya terus mengalir dan menjadi bekal menuju kehidupan yang kekal di akhirat.


