
BANDA ACEH (BaiturrahmanFM) — Pelaksanaan Salat Jumat di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Jumat (28/8/2026), berlangsung khidmat. Dalam khutbahnya, Dr. Syukri Muhammad Yusuf, Lc., MA, Dosen Pascasarjana STAI Nusantara, mengangkat tema “Cinta”, khususnya tentang bagaimana umat Islam membuktikan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Mengawali khutbah, khatib mengajak jamaah untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Momentum bulan Rabiul Awal yang dikenal sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW dinilai menjadi waktu yang tepat bagi umat Islam untuk kembali mengevaluasi makna cinta dalam kehidupan.
Menurutnya, cinta merupakan salah satu kekuatan yang menggerakkan kehidupan manusia. Namun, cinta kepada sesuatu juga dapat membuat seseorang “buta dan tuli” terhadap kekurangan maupun nasihat, sebagaimana pesan Rasulullah SAW dalam sebuah hadis.
Khatib kemudian menjelaskan bahwa cinta kepada Rasulullah SAW memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam keimanan. Rasulullah SAW bersabda bahwa seseorang belum sempurna imannya hingga beliau lebih dicintai daripada orang tua, anak, dan seluruh manusia.
Dalam khutbah tersebut, Dr. Syukri menjelaskan tiga ciri utama cinta sejati kepada Rasulullah SAW, yakni kerinduan yang menggetarkan jiwa, pembelaan terhadap Rasulullah SAW, serta ketaatan terhadap ajaran beliau.
Kisah Tsauban menjadi salah satu gambaran tentang besarnya kerinduan seorang sahabat kepada Rasulullah SAW. Tsauban merasa takut tidak dapat bertemu kembali dengan Rasulullah SAW di akhirat karena perbedaan kedudukan di dalam surga.
Selain itu, khatib mengisahkan keteguhan para sahabat dalam membela Rasulullah SAW, termasuk Nusaibah binti Ka’ab yang menjadikan dirinya sebagai pelindung Rasulullah SAW dalam Perang Uhud.
Ciri ketiga adalah ketaatan. Khatib mengingatkan bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW harus diwujudkan melalui kepatuhan terhadap perintah Allah dan Rasul-Nya, bukan hanya melalui ungkapan lisan.
Menjelang akhir khutbah, jamaah diajak membuktikan kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui kehidupan sehari-hari. Di antaranya dengan menghidupkan sunnah, menjaga lisan dan jemari dari fitnah serta ujaran kebencian, mengutamakan ajaran Nabi di atas hawa nafsu, dan memperbanyak shalawat dengan menghadirkan kecintaan tersebut di dalam hati.
Khatib juga mengingatkan bahwa perjuangan Rasulullah SAW dalam menyampaikan Islam penuh dengan pengorbanan. Karena itu, kecintaan kepada beliau semestinya tidak berhenti pada peringatan atau ucapan, tetapi diwujudkan dalam akhlak dan ketaatan.
Khutbah ditutup dengan pesan penuh harapan dari Rasulullah SAW: “Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.” Pesan tersebut menjadi pengingat bagi kaum Muslimin agar menjadikan Rasulullah SAW sebagai sosok yang dicintai sekaligus diteladani dalam kehidupan.
Melalui momentum Rabiul Awal, jamaah diajak menjadikan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai dorongan untuk memperbaiki diri, memperkuat ketaatan, memperbanyak shalawat, serta mengamalkan sunnah dan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.


