
Buton Tengah, Sulawesi Tenggara Kabupaten Buton Tengah tengah bergerak menuju babak baru pembangunan yang berpijak pada ilmu pengetahuan dan kemandirian ekonomi. Dengan potensi besar di sektor perikanan, pertanian, dan pariwisata alam, daerah yang dikenal sebagai “Negeri Seribu Gua” ini mulai menunjukkan arah transformasi menuju pusat pertumbuhan baru di kawasan kepulauan Sulawesi Tenggara.
Sejalan dengan visi besar Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, di bidang pendidikan, penguatan ekonomi lokal, dan peningkatan produktivitas masyarakat. Buton Tengah menjadi salah satu contoh nyata implementasi semangat tersebut, di mana pembangunan sumber daya manusia dijalankan beriringan dengan pemberdayaan potensi daerah.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 mencatat tingkat pengangguran terbuka di Buton Tengah hanya 2,84%, menunjukkan daya kerja masyarakat yang tinggi. Meski tingkat kemiskinan masih mencapai 14,40%, tren pembangunan menunjukkan kemajuan, terutama dengan meningkatnya partisipasi pendidikan menengah dan dorongan untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.
Angka Partisipasi Kasar Perguruan Tinggi di Provinsi Sulawesi Tenggara mencapai 42,95%, menjadi indikasi adanya ruang besar untuk memperluas akses pendidikan tinggi, khususnya di wilayah kepulauan seperti Buton Tengah.
Dalam kunjungan ke Buton Tengah (Buteng) pada Selasa (12/11/2025), Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan mengajak Bupati Buteng, Rektor Universitas Sembilanbelas November (USN) dan industri lokal untuk bersinergi mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.
Fauzan menegaskan bahwa pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam mempercepat pelaksanaan Asta Cita di daerah. “Pendidikan bukan hanya tentang mencetak sarjana, tetapi tentang membangun daya saing daerah. Buton Tengah punya modal sosial dan potensi alam yang kuat dan melalui sinergi pendidikan, industri, dan pemerintah, potensi itu bisa tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Dukungan atas langkah ini datang dari berbagai pihak. Bupati Buton Tengah, Dr. H. Azhari, S.STP., M.Si, menyebut kunjungan Wamendiktisaintek sebagai wujud nyata perhatian pemerintah pusat terhadap percepatan pembangunan di daerah kepulauan. “Kami berkomitmen menjadikan Buton Tengah sebagai Kota Pendidikan dan Kota Santri. Kehadiran Bapak Wamendiktisaintek memperkuat tekad kami untuk mewujudkan masyarakat yang maju dan berdaya,” ungkapnya.
Sementara itu, Rektor USN menilai kerja sama dengan Kemdiktisaintek membuka peluang bagi kampus untuk memperluas pengabdian masyarakat, terutama di sektor agro-maritim dan pengolahan hasil laut.
Dari sisi kebijakan pendidikan, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tenggara menyebut penguatan ekosistem pendidikan tinggi di daerah kepulauan menjadi langkah strategis untuk memastikan pemerataan pendidikan yang inklusif di seluruh wilayah.
Selama kunjungan, Wamen Fauzan juga meninjau sejumlah UMKM unggulan daerah, mulai dari pengolahan rumput laut, ikan teri dengan kualitas tinggi, kepiting tajungan, hingga produk pertanian olahan seperti jambu mente. Langkah ini merupakan bagian dari strategi Kemdiktisaintek untuk menghubungkan pendidikan vokasi dengan rantai nilai industri lokal. Mahasiswa dan dosen didorong untuk berperan langsung dalam membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas produksi dan inovasi.
Kemdiktisaintek menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah harus berangkat dari kolaborasi lintas sektor. Melalui integrasi kebijakan pendidikan, riset, dan industri lokal, Buton Tengah diharapkan tumbuh menjadi contoh nyata pelaksanaan Asta Cita di tingkat daerah sebuah model pembangunan berbasis pengetahuan, kemandirian, dan keberpihakan kepada masyarakat.(*)
*Sumber : kemdiktisaintek.go.id


